Hidup Itu Indah, Jadi Biarkan Dia Indah jangan Buat Suram

Search

Senin, 06 April 2009

OSI Layer

OSI Model

OSI (Open System Interconnection) model, terhitung tidak sukses dalam implementasi, namun penting untuk mempelajarinya karena sering kali OSI dijadikan referensi dan standar perbandingan dengan model network yang lain.

Perbandingan OSI dan Model LainOSI terdiri dari 7 layer :

  • Layer 7 (Application Layer) : berfungsi sebagai interface antara protokol-protokol aplikasi dan software-software yang membutuhkan protokol tersebut untuk berkomunikasi dengan dunia luar, misalnya Mozilla Firefox yang membutuhkan protokol HTTP.
  • Layer 6 (Presentation Layer) : menentukan format data yang akan dikirimkan (ASCII,binary, jpeg, dll). Pada layer ini juga terjadi enkripsi.
  • Layer 5 (Session Layer) : mengatur, mengkontrol, dan memilah-milah koneksi sehingga tidak ada koneksi yang mengganggu koneksi lain, sehingga memungkinkan 2 buah komputer melakukan transaksi web (HTTP) lebih dari 1 koneksi dengan lancar.
  • Layer 4 (Transport Layer) : akan dijelaskan lebih lanjut dalam postingan mendatang, intinya layer 4 lebih dikhususkan untuk menjamin keselamatan data dalam perjalanan sampai tujuan (error recovery, flow control)
  • Layer 3 (Network Layer) : addressing, routing, penentuan rute terbaik (best path) di antara beberapa rute yang memungkinkan, dsb.
  • Layer 2 (Data Link Layer) : mendefinisikan format header dan trailer yang akan digunakan sebagai pembungkus data yang diterima dari layer 3 sehingga data bisa dikirim dan diterima melalui media tertentu (tergantung pada jenis network).
  • Layer 1 (Physical Layer) : layer yang berhubungan langsung dengan media transmisi termasuk konektor, pin, elektrik, enkoding, dsb.

Perhatikan tabel layer dan setiap device dan protokol yang berkaitan berikut :

osi-device-protocol

Enkapsulasi OSI

Mirip dengan enkapsulasi pada TCP/IP

encaps-osi

Read More......

TCP/IP

tcpip

Setiap layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer diatasnya, ada 2 buah fungsi yang berbeda : same-layer interaction dan adjacent-layer interaction

  • same-layer interaction : dua buah komputer menggunakan protokol untuk saling berkomunikasi dengan layer yang sama pada komputer lainnya.
  • adjacent-layer interaction : pada satu komputer, sebuah layer menyediakan servis-servis yang akan digunakan oleh layer yang berada diatasnya.


Application Layer

  • Protokol-protokol pada layer aplikasi TCP/IP menyediakan servis-servis bagi software-software yang berjalan pada komputer. Layer aplikasi tidak menyediakan software itu sendiri tapi hanya menyediakan servis-servis yang bisa dimanfaatkan oleh software yang berjalan pada komputer kita, misalnya Mozilla Firefox yang berjalan pada komputer kita memanfaatkan protokol HTTP untuk mengakses suatu halaman web.
  • Beberapa protokol yang beroperasi pada layer ini antara lain : HTTP, FTP, POP3, SMTP, dsb.

Transport Layer

  • Terdiri dari 2 buah protokol utama : Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP)
  • Menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer, misalnya: HTTP software meminta TCP untuk menjamin sampainya data pada tujuan, jika terjadi gangguan pada saat transmisi maka HTTP tidak akan melakukan apa-apa, tapi TCP akan mengirim ulang data yang hilang dan memastikan sampainya data pada tujuan.

Internet Layer

  • Menyediakan fungsi IP addressing, routing dan penentuan path terbaik
  • Protokol yang paling terkenal adalah protokol IP (satu2nya protokol pada layer ini di TCP/IP)

Network Access Layer

  • Mendefinisikan protokol-protokol dan juga hardware yang digunakan untuk pengiriman data misalnya cabling, pemberian header dan trailer sehingga data bisa melewati tipe-tipe network yang berbeda topologi, mentransmisi data yang berupa bits ke jaringan, dsb.
  • Protokol pada layer ini antara lain Ethernet pada jaringan LAN atau PPP pada WAN, juga termasuk Frame Relay.

Enkapsulasi TCP/IP

encaps

Enkapsulasi berarti proses pembungkusan data dengan bungkus yang berupa Headers dan Trailers yang dilakukan pada setiap layer sehingga memungkinkan komunikasi antar layer yang sama (same-layer interaction), seperti yang kita lihat pada gambar diatas.

  • Transport : pada transport layer, data dari application layer akan dibungkus dengan TCP Header, menjadi sebuah segment (TCP Header + Data)
  • Internet: pada layer ini, Segment yang diterima dari transport layer akan dibungkus dengan Internet (IP) Header menjadi sebuah Paket (IP Header + segment)
  • Network Access: pada layer ini, Paket yang diterima dari internet layer akan dibungkus dengan Data Link Header dan Data Link Trailer menjadi sebuah frame (LH + Paket + LT)

segment-paket-frame

Read More......

Sistem transfer DI OSI

skema sistem pada setiap layer OSI

Read More......

TCP/IP

Berkenalan dengan jaringan sepertinya tepat klo diawali dengan mengenal pemodelan dari jaringan itu. Pemodelan ini berfungsi untuk memudahkan dalam mempelajari apa yg terjadi di jaringan, dan juga untuk para vendor pembuat network device , hal ini mejadi sangat penting karena dengan pemodelan ini tercipta suatu standardisasi atas protokol-protokol yang berjalan di atas suatu jaringan. Hasil akhirnya, device-device network dari vendor berbeda dapat berkomunikasi.

comparison osi model and ycp/ip model

Model dari jaringan ada 2 pertama Protocol Model, yaitu TCP/IP Model, dan Reference Model, yaitu OSI Model. Sekarang saya akan membahas TCP/IP model dan OSI model, karena biar sesuai dengan judul.

TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet protocol) Model

TCP/IP model merupakan pemodelan dengan menggunakan protocol model, pada model ini dijelaskan apa saja yang terjadi pada tiap lapisan protocol. TCP/IP model memiliki 4 laye, yaitu:

  • Application Layer
    • Pada layer ini terjaci encoding dan juga dialog control. Application layer bertugas bagaimana data-data yang dikomunikasikan melalui jaringan ditampilkan kepada kepada user.
  • Transport layer
    • Pada layer ini, data yang akan ditransmisikan akan disegmentasi menjadi menjadi paket-paket yang lebih kecil, dan kemudian mengirimkannya ke Internetlayer. TCP bekerja pada layer ini.
  • Internet Layer
    • Pada layer ini segment dienkapsulasi menjadi paket dan kemudian dibungkus dengan alamat logikal IP. Internet layer juga terjadi penentuan jalur terbaik untuk menuju destination
  • Network Access
    • Paket yang masuk ke layer ini dienkapsulasi lagi dengan alamat fisik (physicel address) MAC address, dan kemudian di-encode kedalam meida dan ditransmisikan menuju destination.

Sekarang mari kita kemodel yang ke-2,

OSI (Open Systems Interconnection) Model

Model ini didefiniskan oleh ISO. Pada model ini, terdapat 7 layer:

  • Application Layer
    • Layer ini memberikan interface kepada user sehingga user dapat”berkomunikasi dengan layer yang berada di bawahnya. Layer ini memiliki 2 bentuk:
      • network-aware application
        • aplikasi yang dapat berkomunikasi dengan layer-layer yang berada di bawahnya. contoh: web browser, e-mail client
      • application layer service
        • karena beberapa aplikasi tidak dapat secara langsung berkomunikasi dengan layer-layer yang ada di bawahnya, maka digunakanlah service ini. Tujuan dari service ini adalah agar tiap message yang ditransmisikan diterjemahkan dengan tepat.
  • Presentation Layer
    • 3 fungsi layer ini adalah:
      • memastikan coding dan conversation pada layer application dapat diterjemahkan dari source device dengan aplikasi yang tepat
      • data yang dikompres, dapat di de-kompres oleh destination device
      • enkripsi dari data dapat ditransmisikan dan di-dekripsi ketika diterima di destination
  • Session Layer
    • Fungsi dari layer ini adalah untuk me-maintain dialog antara aplikasi source dan destination. Session layer menangani pertikaran informasi untuk menginisialisasi dialog, menjaganya tetap aktif dan untuk memulai kembali session yang telah terputus atau idle pada beberapa saat
  • Transport Layer
    • Melakuakn segmentasi, transfer dan reassemble data ketika terjadi komunikasi antara device. Menentukan ditujukan ke port mana. Pada layer ini yang bertugas adalah TCP dan UDP (User Datagram Protocol)
  • Network layer
    • Pada layer ini terjadi pengalamatan secara logikal. Lalu penentuan jalur terbaik (best path) juga terjadi pada layer ini
  • Data Link Layer
    • Layer ini terjadi pengalamatan berdasarkan alamat fisik (MAC address)
  • Physical Layer
    • Merubah frame dari Data Link layer menjadi bit-bit dan kemudiannya mengirimkan bit-bit tersebut ke media (kabel tembaga, fiber optic atau pun wireless) di jaringan.

Pada tulisan ini proses yang berjalan adalah proses dari source menuju jaringan (bukan dari jaringan menuju destination). Proses dari jaringan menuju destination merupakan kebalikan dari proses yang telah dituliskan di atas, berjalan dari layer yang ada di bawah menuju ke atas dan terjadi proses decode dan pembukaan enkapsulasi pada message yang ditransmisikan.

Read More......

Kamis, 18 Desember 2008

Pengunaan Perulangan Pada Pascal

Pada Pemograman Pascal kita juga akan mengenal Proses perulangan atau yang sering kita sebut Lopping. Dalam Pascal Mengenal Beberapa perintah Looping. Yaitu:


  1. Fungsi IF
  2. Fungsi Nested IF ( IF Tersarang )
  3. Fungsi While Do
  4. Fungsi Nested While do ( While Do Tersarang )
  5. Fungsi Repeat Until
  6. Fungsi Nested Repat Until ( Repeat Tersarang )
Fungsi Perulangan Biasanya sering digunakan dalam program Array. Langsung kita bahas saja Fungsi looping pada Pascal:

1. IF
Perintah looping IF sebenarnyaLogikanya tidak jauh beda dengan fungsi IF pada formula microseoft Excel. Bagi yang sudah terbiasa Menggunakan Excel tidak akan terlalu sulit untuk memahaminya. Struktur IF pada pascal yaitu:

IF [Kondisi] then

[statement] {perintah Apabila kondisi Terpenuhi}

end;

Atau

if [kondisi] then

[statement] {jika kondisi terpenuhi}

else

[statement] {jika Kondisi Tidak terpenuhi}

end;


Contoh Soal,

Program latihan_IF;

Var
kode : char;
nama:string [20];
harga:interger;

Begin
writeln('*********Program Contoh IF**********');
writeln('----------------------------------------------------');
writeln;
write('Masukan Kode : ');Readln(kode);

if upcase(kode)='A' then
begin
nama:='Payung';
harga:=15000;
else if upcase(kode)='B' then
begin
nama:='Jas Hujan';
harga:=45000;
end;
else
Begin
nama:='Tidak Ada Pilihan';
harga:=0;
end;

writeln;
writeln('Nama Barang : ',nama);
writeln('Harga : ',harga);

end.



Catatan :
Apabila Ada lebih dari 1 statement maka harus di awali dengan begin-----end;, jika hanya ada satu statement boleh tidak menggunakan Begin--end;.

Read More......