Hidup Itu Indah, Jadi Biarkan Dia Indah jangan Buat Suram

Search

Kamis, 30 Oktober 2008

Merasa Gengsi ????

MERASA GENGSI ?


Ini Saya mendapatkan Email Dari teman saya. saya mencantumkannya semoga dapat di ambil mamfaat dan hikmahnya yaaa. betul tidakkkkkk



Seorang kopral dengan sombongnya memerintahkan seorang prajurit bawahannya untuk mengangkat sebuah balok besar. Karena sendirian, tentu saja prajurit ini tidak sanggup mengangkat balok besar itu. Melihat hal itu, kopral tersebut tidak turun tangan untuk membantu prajurit tersebut sampai kemudian muncul seorang bermantel yang turun untuk membantu prajurit tersebut. Orang tersebut menghampiri si kopral dan bertanya, ”Mengapa engkau tidak membantu prajurit tersebut?” Itu tugas prajurit, bukan tugas kopral!” jawab sang kopral.

”Oh, maaf saya tidak tahu kalau Anda adalah orang penting disini,” kata si orang asing sambil membuka mantelnya. ”Perkenalkan, nama saya George Washington, dan saya hanyalah seorang Panglima. Lain kali bila prajuritmu harus mengangkat balok dan Anda tidak mau tanganmu kotor, perintahkan saja saya untuk membantu”. Sang kopral pun mati kutu.

Sejujurnya, pemandangan inilah yang paling sering dijumpai di tempat kerja, merasa gengsi untuk melakukan tugas-tugas bawahannya. Padahal kerap kali kita di hadapkan situasi dimana bawahan kita sedang absen atau sedang kewalahan menangani sebuah pekerjaan. Dalam situasi seperti itu, apakah kita terlau gengsi untuk membantu mengerjakan tugas-tugas bawahan kita ? Saat kita membantu mengerjakannya, sebenarnya kita tidak akan kehilangan wibawa kita sebagai pemimpin. Justru mereka akan melihat keteladanan dalam diri kita sebagai pemimpin. Sebagai pemimpin kita telah mengajarkan sikap rendah hati, mau kerja keras, tidak menganggap pekerjaan yang satu lebih ”Mulia” dari pada pekerjaan yang lain, kebaikan hati, dan bagaimana kita membangun tim kerja yang solid. Di samping semuanya itu, dengan membantu mengerjakan tugas bawahan kita, maka kita memiliki empati yang lebih dalam terhadap bawahan kita. Kita bisa merasakan sekaligus tahu kesulitan yang kadang kala timbul, hingga akhirnya kita jadi pemimpin yang bisa menyelami bawahan.

0 komentar: